Admin faterna

Admin faterna

Quis fringilla quis cursus urna sed sed velit nunc metus condimentum. Et pretium nec magna eros id commodo ligula Phasellus Curabitur wisi. Lacus elit lorem ridiculus vitae tempus eget nibh ut risus et.
26 April 2021

PADANG, 26 APRIL 2021 | Fakultas Peternakan UNAND mengadakan kuliah praktsi dengan Lassy Dairy Farm secara virtual sebagai bentuk salah satu implementasi program MBKM. Kegiatan yang berlangsung melalui aplikasi zoom ini dihadiri oleh pimpinan fakultas, dosen pengampu ternak perah,dan mahasiswa peternakan padang dan payakumbuh. Jalannya acara kegiatan dimoderatori oleh Dr. Hilda Susanty, S.Pt., M.Si. Kegiatan ini menghadirkan Bapak Suhatril, ST., MT. sebagai narasumber sekaligus pemilik Lassy Dairy Farm.

Acara dibuka dengan sambutan dari Dekan Fakultas Peternakan, Dr. Ir. Adrizal, M.Si. Kepada peserta Dekan menyampaikan bahwa kuiah praktisi ilmu ternak ini merupakan salah satu program MBKM yang harapannya mampu meningkatkan pengetahuan dan pengalaman dalam bidang ilmu ternak perah. Selanjutnya Dekan juga menyampai terima kasih atas kesediaan Pak Suhatril sebagai narasumber.

“harapannya untuk ke depan kita (fakultas peternakan) bisa bekerja sama dalam perbaikan pakan dan peningkatan produksi ternak, serta kesempatan bagi mahasiswa untuk magang di Lassy Dairy Farm”, ujar Dekan Faterna

Selanjutnya materi langsung disampaikan Suhatril, ST., MT. terkait dengan teknis manajemen peternakan sapi perah. Latar belakang magister teknik perminyakan ternyata tidak menjadi hambatan bagi Suhatril untuk menggeluti dunia peternakan sapi perah. Ia menyampaikan bahwa sejak dari kecil sudah belajar pertanian dan peternakan dari orang tuanya. Selanjutnya Suhatril menambahkan permasalahan umum yang dihadapi oleh peternak khususnya di sumbar adalah kurang optimalnya pengolahan, pemasaran, dan distribusi pada susu.

“budaya konsumsi susu di Indonesia masih rendah jika dibandingkan dengan Malaysia, selain itu umur simpan susu yang sangat singkat menjadi masalah dalam proses penyimpanan dan pendistribusian”, jelas Suhatril

Untuk mengantisipasi hal tersebut Suhatril berinovasi membuat keju dengan nama produk “KEJULASI”.

“Karena sudah diolah dalam bentuk keju, maka volumenya akan menajdi lebih kecil dan padat sehingga menjadi lebih mudah dalam penyimpanan dan distribusinya”, ujar Suhatril.

Lebih lanjut, Suhatril juga menjabarkan bagaimana proses manajemen dan pemeliharaan sapi perah mulai dari reproduksi, feed manajemen, farm manajemen, pedet treatment, hingga waste manjemen. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi oleh mahasiswa dan dosen Faterna dan ditutup oleh moderator. Video lengkap Lassy Dairy Farm kunjungi: https://www.youtube.com/watch?v=HoVlAnsZKg4