31 Mei 2019

Padang (Unand) -  Rektor Universitas Andalas Prof. Dr. Tafdil Husni, SE, MBA menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada 158 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang berlangsung di Ruang rapat auditorium Kampus Unand Limau Manis Padang pada Jumat (31/5) termasuk didalamnya 13 orang CPNS Fakultas Peternakan.

Rektor mengucapkan selamat datang dan selamat bergabung menjadi warga baru dilingkungan Universitas Andalas dari sekian banyak orang yang berminat menjadi CPNS.

Dikatakannya Universitas Andalas menjadi Perguruan Tinggi yang paling banyak membuka formasi CPNS yaitu sebanyak 175 akan tetapi yang terisi sebanyak 158 formasi disebabkan oleh ketatnya seleksi.

Ia juga menyampaikan kedepannya penerimaan dosen harus S3 (Doctor) dan draftnya sudah dibahas di kementerian.

Maka dari itu, secepatnya untuk mendapatkan Letter of Acceptance (LoA), lebih lanjut ia menyarankan agar melanjutkan pendidikan keluar negeri.

Menurutnya kalau keluar negeri akan banyak terbentuk Networking atau jejaring serta banyak teman sekaligus sebagai Branchmarking.

Sementara itu, Wakil Rektor II Universitas Andalas Prof. Dr. Syafrizal Sy mengungkapkan tahapan yang dilewati oleh peserta CPNS diantaranya seleksi administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), Seleksi Kompetensi Bidang (SKB)

“Formasi pelamar Universitas Andalas untuk mengikuti calon dosen sebanyak 812 peserta dari berbagai Program Studi (Prodi) dan yang lulus administrasi sebanyak 608 orang sedangkan yang lulus SKD sebanyak 268 orang kemudian terakhir SKB sesuai prodi masing-masing sebanyak 158 orang,” terangnya.

Dijelaskannya dari 158 CPNS yang SK nya sudah diterima sebanyak 152 namun ada 26 orang dari 152 tersebut yang belum distempel oleh kementerian.

Lebih lanjut ia mengungkapkan 6 orang SK nya yang belum keluar sekarang sedang diproses. 

“Penyerahan SK untuk 126 orang yang telah lengkap (sudah distempel) diserahkan hari ini (jumat) yang juga hari baik diantara hari lain diharapkan kedepannya dapat bekerja dengan lebih baik lagi demi kedjayaan bangsa,” tuturnya.

Senada dengan itu, Wakil Rektor I Universitas Andalas Prof. Dr. Dachriyanus, Apt juga mengungkapkan pemerintah sedang mengodok peraturan mengenai dosen wajib Doctor (S3).

“Pada beberapa fakultas di Universitas Andalas pengusulan dari CPNS ke PNS tidak akan dilakukan jika tidak melampirkan LoA untuk melanjutkan pendidikan keluar negeri,” sambungnya.

Dalam penyerahan SK CPNS ini juga dihadiri oleh segenap unsur pimpinan seperti Dekan, Wakil Dekan, Biro, Kabag dan Kasubag (*)

01 Juni 2019

Payakumbuh (Unand). Segenap civitas akademika Fakultas Peternakan Kampus Payakumbuh yang terdiri dari Dosen dan mahasiwa melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masayarakat. Kegiatan ini dilakukan pada 25 April 2019 di kelompok tani ternak di Peternakan Sapi Perah Sago Pratama Nagari Sungai Kamuyang dan peliputan berita dilakukan oleh kontributor TVRI Sumatera Barat.

Kegiatan ini telah rutin dilakukan tiap tahun oleh Prodi peternakan kampus payakumbuh di bawah arahan Kaprodi Payakumbuh Ir. Erpomen dan sekretaris Prodi yaitu Ferawati, MP. Beberapa dosen memberikan arahan ke peternak diantaranya Ferawati MP memberikan informasi tentang kefir, Yesi Chwentasari, M.Si menjelaskan pembuatan silase di Peternakan Sapi Perah. "Yesi ini dosen CPNS kita di Payakumbuh bidang Nutrisi Ruminansia" kata Sekretaris Prodi, Ferawati, MP. Serta Yulianti Fitri Kurnia, M.Si yang mendemonstrasikan pembuatan Yoghurt.

"Kami dari Prodi Peternakan Payakumbuh mengucapkan terimakasih yang sebesar besarnya atas support dari Bapak Dekan beserta Bapak/Ibu wakil Dekan Fakultas Peternakan demi terselenggaranya kegiatan promosi kampus ini dan bisa ditayangkan di TVRI Nasional" sambung Kaprodi Ir. Erpomen dalam penuturannya kepada kontributor.

 

01 Juni 2019

Padang (Unand) – Segenap Civitas Akademika Fakultas Peternakan Universitas Andalas melaksanakan upacara peringatan Hari Lahir (Harlah) Pancasila yang berlangsung dilapangan Rektorat Kampus Unand Limau Manis Padang pada Sabtu (1/6).

Rektor Universitas Andalas Prof. Dr. Tafdil Husni, SE, MBA selaku Pembina upacara mengungkapkan Pancasila harus tertanam dalam dalam hati yang suci dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dijelaskannya berkat Pancasila yang berkelindan dengan nilai-nilai inklusivitas, toleransi dan gotong royong keberagaman yang ada menjadi suatu berkah. 

Lebih lanjut ia menjelaskan berkat Pancasila sebagai bintang penuntun keberagaman yang ada dapat dirajut menjadi identitas nasional dalam wadah dan slogan “Bhinneka Tunggal Ika”.

Dalam Konteks itulah, sesuai dengan pesan Presiden Jokowi bahwa memperingati dan merayakan hari kelahiran Pancasila setiap tanggal 1 Juni merupakan suatu keniscayaan. 

Pertama diungkapkannya kita berusaha mengenang dan merefleksikan momentum sejarah dimana pendiri bangsa berhasil menggali nilai-nilai fundamental bangsa Indonesia sebagai dasar negara sehingga bangsa Nusantara yang beragam dapat bersatu dan menyatukan sebagai suatu bangsa. 

“Sebagai bangsa besar kita tidak akan meninggalkan sejarah, apa yang oleh Bung Karno pernah disebut “JAS MERAH”. 

Untuk menghormati jasa pendiri bangsa sekaligus meneguhkan komitmen terhadap ideologi negara itulah kita memperingati hari kelahiran Pancasila sebagai salah satu kebanggaan nasional (national pride).

Disamping itu, ia mengungkapkan peringatan hari kelahiran Pancasila 1 Juni bukan sesuatu yang terpisah dari momentum perumusan “Piagam Jakarta” oleh “panitia kecil” tanggal 22 Juni dan pengesahan Pancasila dalam Pembukaan UUD 1945 oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) tanggal 18 Agustus 1945. 

“Jadi 3 peristiwa penting tersebut merupakan suatu kesatuan yang tidak terpisahkan dengan demikian, kita harapkan perdebatan tentang kelahiran Pancasila sudah tidak diperlukan lagi,” ujarnya.

Ia menekankan yang diperlukan mulai saat ini adalah bagaimana kita semua mengamalkan dan mengamankan Pancasila secara simultan dan terus menerus.

Kedua, disampaikannya dengan merayakan hari kelahiran Pancasila kita bangun kebersamaan dan harapan untuk menyongsong kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik. 

Dikatakannya Pancasila sebagai “leitstars dinamis”, bintang penuntun mengandung visi dan misi negara yang memberikan orientasi, arah perjuangan dan pembangunan bangsa ke depan. Sebagai energi positif bangsa yang terus memberikan harapan untuk masa depan, khususnya dalam merealisasikan visi dan misi bangsa Indonesia.(*)

Sumber: Humas dan Protokol Unand 

10 Juni 2019

Padang (Unand) - Hari pertama masuk kerja, Para Dosen Fakultas Peternakan melakukan halal bi halal di Gedung Auditorium Kampus Unand Limau Manis Padang pada Senin (10/6) yang dihadiri oleh Rektor Universitas Andalas Prof. Dr. Tafdil Husni, SE, MBA bersama jajaran pimpinan dan segenap civitas akademika Unand.

Rektor berharap usai Ramadhan tahun ini dapat membawa perubahan kearah yang lebih baik dan positif dalam menjalankan tugas sebagai abdi Negara menuju kedjayaan bangsa.

Rektor juga menyampaikan selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah. "Taqabalallahu Minna Wa Minkum, Taqabbal Ya Karim, minal aidin walfaizin", mohon maaf lahir dan batin.

“Semoga Amal ibadah yang dikerjakan selama bulan ramadhan diterima oleh Allah SWT serta prilaku selama bulan ramadhan tidak berubah dan mampu mempertahankan amal ibadah yang telah dilaksanakan,” harapnya.

Ia juga mengucapkan terimakasih dan apresiasi terhadap seluruh pimpinan, tendik atas kehadairan dalam kegiatan ini saling memaafkan, saling mendoakan dan saling memupuk silaturrahim diantara sesama.

Disamping itu, ia juga menyampaikan setiap tahun Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Republik Indonesia selalu mengevaluasi terhadap seluruh perguruan tinggi negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta(PTS) yang diumumkan setiap tanggal 17 Agustus bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia.

"Pada tahun 2018 Universitas Andalas berhasil meraih peringkat 10 dan berada pada kluster I dari seluruh PTN dan PTS di Indonesia," ungkapnya.

Ia berharap Universitas Andalas mampu meningkatkan lebih baik lagi kedepannya. “itu tergantung atas kerjakeras dan usaha kita bersama,” sambungnya.

Selain itu, ia juga meminta kepada masing-masing unit untuk mengupdate data baik data dosen, penilitian, presatasi mahasiswa, kualitas SDM baik Doktor atau Professor sehingga nanti diliat oleh Kementerian sampai sejauh mana perkembangan masing-masing PTN dan PTS diseluruh Indonesia.

“Penting untuk mengupdate data karena kalau kita punya prestasi bagus tetapi datanya tidak diupdate itu tidak akan ternilai,” ujarnya. 

Ia juga mengajak untuk bersama-sama memajukan Universitas Andalas agar lebih baik lagi kedepannya sesuai dengan moto Universitas Andalas yaitu untuk kedjayaan bangsa.

Hadir dalam kesempatan itu, para pimpinan Universitas Andalas periode sebelumnya seperti Prof. Dr. Fachri Ahmad, MSc dan Prof. Dr. Ir. Musliar Kasim, MS serta mitra kerja dan beberapa tokoh masyarakat.

Selain bermaaf-maafan kegiatan ini juga diisi dengan ceramah agama oleh Dr. Ikhwan, M.Ag (Wakil Rektor III Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang).(*Sumber: Humas dan Protokol Unand)

Pada kesempatan yang sama, Dekan Faterna Prof. Dr. Ir. James Hellyward, MS, IPU diwawancarai oleh TVRI Sumbar di Auditorium Unand tersebut.

Para Dosen dan Tendik Fakultas Peternakan kampus Payakumbuh yang tidak bisa menghadiri acara Halal bi Halal di Auditorium Unand Padang juga melakukan Halal bi Halal di kampus Peternakan payakumbuh.

 

12 Juni 2019

Kegiatan halal bi halal yang dilaksanakan kemaren (Selasa, 11 Juni 2019), dimanfaatkan oleh pimpinan Fakultas Peternakan Unand untuk memperkenalkan 13 orang dosen cpns baru nya ke civitas akademika. Kegiatan tahunan yang selalu diadakan fakultas pasca libur idul fitri ini bertujuan untuk mempererat silaturrahmi antara sesama dosen, karyawan, mahasiswa bahkan pensiunan fakultas peternakan universitas andalas.
“Kesolidan kita di internal fakultas penting dijaga dan selalu ditingkatkan, guna mewujudkan cita-cita kita bersama yaitu menjadi salah satu penyelenggara pendidikan tinggi bidang peternakan terbaik di Indonesia dan insyaallah setelahnya di tingkat ASEAN” kata Dekan, Prof. Dr. Ir. James Hellyward, MS, IPU dalam sambutannya.
    Dosen-dosen cpns baru yang diperkenalkan merupakan hasil seleksi cpns tahun 2018 yang diselenggarakan beberapa waktu yang lalu. Terhitung 1 Maret 2019, 13 orang tersebut tercatat sebagai CPNS pada Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dengan unit kerja di Universitas Andalas. Orang-orang nya, yaitu : Linda Suhartati, S.Pt, M.Si, El Latifa Sri Hartato, S.Pt, M.Si, Dino Eka Putra, S.Pt, MSc, Dr. Roni Pazla, MP, Yolani Utami, S.Pt,M.Si, Adisti Rastosari, S.Pt,M.Sc, Sepri Riski, S.Pt, M.Pt, Aditya Alqamal Alianta, S.Pt, M.Sc, Tevina Edwin,S.Pt,MP, Yesi Chwenta Sari, S.Pt, M.Si, Kadran Fajrona, S.Pt, M.Pt, Riza Andesca Putra, S.Pt, MP, dan Robi Amizar, S.Pt, M.Si. Ditambah dua orang dosen tetap non-pns yaitu Dr. Ridho Kurniawan Rusli, S.Pt, MP dan Amri Syahardi, SP, M.Si.