11 Februari 2019

Padang (Faterna). Komunitas Nagari Taranak (KONTER) mengadakan sebuah diskusi dg topik Sate kondiak dan implikasinya terhadap perkembangan  peternakan Sumbar di XD HOUSE cafe, jl. M. Hatta no. 111, Kapalo Koto, Pauh Padang pada Kamis, 7 Februari 2019. Diskusi ini merupakan yang perdana di lakukan oleh KONTER. Pada kesempatan tersebut, Dekan Fakultas Peternakan Unand, Prof. James Hellyward, diundang untuk memberikan kritik dan saran sekaligus membuka acara tersebut. Acara dihadiri Perwakilan dari Kadisnakeswan Sumbar, Perwakilan Disperindag, Anggota DPRD Kota Padang, Dosen Fakultas Peternakan Unand, owner Sate KMS, Pusat Kajian Peternakan dan Perikanan Unand, LPPOM MUI, BEM KM Unand, BEM KM Faterna, HIMAPET, Mahasiswa HMI, Asosiasi dan pemerhati Peternakan. 

Berita terkait sudah dipublikasikan pada media cetak, seperti lampiran berikut :

11 Februari 2019

Padang (Faterna). Para Dosen Purna Tugas Fakultas Peternakan Universitas Andalas mengunjungi Teaching Farm yang ada di UPT Fakultas Peternakan Universitas Andalas kampus Unand Limau Manis Padang pada Minggu, 10 Februari 2019. Kedatangan para dosen purna tugas faterna tersebut berhubungan dengan datangnya beberapa sapi bantuan Wakil Presiden Republik Indonesia ke Fakultas Peternakan Universitas Andalas dan hasil kerjasama dengan PT. Charoen Pokphand Indonesia berupa kandang Close House kapasitas 24000 ekor.

Jenis sapi bantuan yang datang yaitu sapi simmental dan sapi lokal (sapi pesisir). Sapi bantuan Wapres RI untuk Faterna Unand sebanyak 25 ekor terdiri dari :
1. Simental jantan      =  3 ekor
2. Simental betina      =  5 ekor
3. Sapi Pesisir jantan   =  2 ekor
4. Sapi pesisir betina   = 15 ekor

Para dosen purna tugas menikmati kunjungan tersebut terlihat dari senyum yang terpampang di raut wajah mereka. Kedepannya para dosen purna tugas menitipkan perjuangan pendidikan peternakan ke generasi sekarang untuk tetap berupaya mengembangkan peternakan demi kemajuan bangsa. Dekan Fakultas Peternakan, Prof. James Hellyward, menyampaikan terima kasih kepada dosen purna tugas Faterna atas kunjungan yang telah dilakukan dan mendoakan semoga para sesepuh pejuang pendidikan Faterna tersebut selalu dalam keadaan sehat Wal'afiat.

11 Februari 2019

Padang (Faterna Unand). Sebanyak 25 ekor Sapi Bantuan Wakil Presiden Republik Indonesia telah sampai di Fakultas Peternakan Universitas Andalas pada Sabtu, 9 Februari 2019, pukul 21.00 WIB. Sapi-sapi tersebut dibawa dari BPTU-HTP Padang Mengatas Payakumbuh ke UTP Farm Experience Fakultas Peternakan Kampus Unand Limau Manis Padang. Proses pengangkutan berlangsung dari pukul 13.00 WIB menggunakan truk sapi dan di kawal oleh Voorijder dari Pihak Kepolisian untuk keamanan selama perjalanan.

Sapi bantuan Wapres RI untuk Faterna Unand sebanyak 25 ekor terdiri dari :
1. Simental jantan      =  3 ekor
2. Simental betina      =  5 ekor
3. Sapi Pesisir jantan   =  2 ekor
4. Sapi pesisir betina   = 15 ekor

Bantuan sapi ini merupakan tindak lanjut hasil pertemuan Dekan Faterna Unand Prof. James Hellyward dengan Wakil Presiden RI yang bernama lengkap Dr.(H.C.) Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla pada tahun 2017. Bantu sapi ini diharapkan dapat digunakan oleh seluruh civitas akademika Fakultas Peternakan Universitas Andalas, baik dosen maupun mahasiswa, untuk media pembelajaran dan penelitian.

Kedepannya diharapkan dengan bantuan ini, Fakultas Peternakan Universitas Andalas dapat melaksanakan amanat Wapres RI dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan nasional terutama terhadap penyediaan sapi unggul (Simmental) dan sapi lokal (sapi pesisir) untuk wilayah sumatera bagian tengah. Sapi Simmental sudah lama dibudidayakan oleh masyarakat Sumatera Barat dan menjadi unggulan oleh peternak-peternak lokal bahkan dinas-dinas terkait sudah membuat acara rutin tahunan seperti kontes ternak yang bertujuan untuk memperagakan sapi-sapi hasil peliharaan masyarakat yang memiliki bobot teritinggi. Sedangkan Sapi Pesisir, merupakan plasma nutfah Sumatera Barat yaitu sapi lokal yang berasal dari daerah Pesisir selatan, yang kualitasnya tidak kalah sama sapi Bali.

08 Februari 2019

Padang, 6 Februari 2019. Para Calon Dosen Fakultas Peternakan untuk Kampus Payakumbuh telah melakukan pertemuan dengan para pimpinan Fakultas Peternakan Unand. Kegiatan yang dihadiri oleh 13 orang Calon dosen Faterna Kampus Payakumbuh ini disambut oleh pimpinan Fakultas diantaranya Dekan, Wakil Dekan 1, Wakil Dekan 2, Ketua Prodi Kampus Payakumbuh, Ketua Tata Usaha, dan Kabag Akademik.

Kegiatan diisi dengan perkenalan masing-masing para calon dosen, dan pengarahan dari masing-masing pimpinan. Dekan, Prof. James Hellyward, menyampaikan pesan kepada para calon dosen untuk tetap menjaga etika, sopan santun, dan tegur sapa dengan para dosen senior. Dekan juga menghimbau untuk segera melanjutkan kuliah ke luar negri sehingga bisa mendapatkan jenjang pendidikan tertinggi yaitu Doktor. Wakil Dekan I, Prof. Mirzah, menyampaikan kondisi terkini tentang sistem pendidikan di Fakultas Peternakan Unand baik yang di kampus padang, maupun kampus Payakumbuh. Kurikulum yang digunakan sudah menggunakan KKNI dan Akreditasi beberapa Porgram Studi dibawah naungan Fakultas Peternakan tidak lupa dijabarkan, yaitu Prodi S1 Padang dengan Akreditasi A, Prodi S1 Payakumbuh terkareditasi B, Prodi S2 terakreditasi A, dan Prodi S3 terakreditasi B. WD I dan juga Kaprodi Payakumbuh, Ir. Erpomen, menyampaikan amanat kepada para calon dosen kampus payakumbuh untuk bersama-sama membuat akreditasi Prodi S1 kampus Payakumbuh naik peringkat dari B ke A. 

Wakil Dekan II, Pro. Fauziah Agustin, juga menyampaikan beberapa informasi kepada calon dosen untuk menyiapkan beberapa syarat terkait dengan kelengkapan administrasi keperluan di kepegawaian, seperti biodata diri, fotocopy ijazah dan transkrip, NPWP, dan lain sebagainya. Bahan ini akan sangat dibutuhkan terutama untuk pembuatan BPJS, pengurusan fungsional dan lain sebagainya. Ditambahkan oleh KTU dan Kabag Akademik, bahwa setiap administrasi segera dilengkapi setelah pengumuman resmi kelulusan sudah dikeluarkan BKN atau Panselnas CPNS Kemenristekdikti. KTU juga mengisyaratkan kepada calon dosen untuk membaca tata tertib kepegawaian sehingga tidak salah langkah kedepannya. Seperti, melanjutkan Studi S3 setelah yang bersangkutan sudah berstatus PNS bukan CPNS lagi. Bagi yang sudah Doktor, biasanya ada penyetaraan ijazah sekitar 2 tahun sejak pengangkatan.

Para calon Dosen sekarang masih menunggu hasil keputusan resmi oleh panselnas tentang kelulusan. Proses seleksi sedang dalam tahap pemberkasan, jika tidak ada kendala, penerbitan NIP akan dilakukan oleh BKN dan informasinya pada awal Maret sudah TMT. Agenda selanjutnya akan dilakukan perkenalan calon dosen ke semua staf dosen dan karyawan baik di kampus padang, maupun kampus payakumbuh.

 

08 Februari 2019

"Alhamdulillah, Ibu dan bapak dosen Yth, Di awal 2018 ini, kita melakukan MoA dengan Fakultas Peternakan Unhas Makassar. Mudah-mudahan akan kita tindaklanjuti sesuai dengan isi perjanjian. Terimakasih". Setidaknya itulah bunyi pesan singkat yang disampaikan oleh Prof. James Hellyward, Dekan Fakultas Peternakan Unand, kepada seluruh Dosen dilingkungan Fakultas Peternakan Unand pada Kamis, 7 Februari 2019.

Kerjasama di bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi antar dua Universitas ini akan sangat membantu para dosen dan mahasiswa terutama dalam kerjasama penelitian, publikasi, pertukaran mahasiswa, dan lain sebagainya. Hal senada juga disampaikan oleh Dr. Rusfidra, yang juga merupakan dosen Fakultas Peternakan Unand dan sekarang menjabat sebagai sekretaris LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) Unand, "Semoga dengan adanya kerjasama ini, akan ada Program Join riset, join konferensi, join publikasi, pengabdian bersama, join reviewer, tukar-menukar dosen, tukar-menukar artikel jurnal (dengan JPI/Jurnal Peternakan Indonesia) di dalan MoU dan MoA tersebut". Beberapa dosen yang lain juga menyampaikan hal yang sama, semoga kerjasama ini dapat terlasana demi kemajuan Faterna kedepannya, dan semakin banyak lagi kegiatan produktif yang dihasilkan dengan adanya kerjasama bahkan dengan berbagai Perguruan Tinggi Peternakan di Indonesia bahkan Mancanegara.