10 Desember 2018

Oleh: Tim Pengabdian

Klaster Komersialisasi Produk

Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Bagian Ilmu Nutrhisi dan Teknologi Pakan yang dilakukan oleh Dosen Nutrisi Non RUminansia, Fakultas Peternakan Universitas Andalas, yang diketuai oleh Robi Amizar dengan tim Prof. Mirzah, Prof. Wizna dan Prof. Maria Endo Mahatta, bekerjasama dengan peternak unggas Maisa, dalam hal ini bekerjasama dalam menyelenggarakan kegiatan dalam pengenalan Probiotik Waretha untuk diaplikasikan pada ternak unggas yang dapat memperbaiki  efisiensi ransum dan kesehatan ternak serta ramah lingkungan dengan menghilangkan bau feses.

Kegiatan ini berlangsung pada hari Selasa, 4 Desember 2018 di peternakan MAISYA kota padang, yang dikelola oleh Jelani S.Pt sekalian sebagai pemilik. Peternakan ini memiliki berbagai macam ternak unggas terutama ayam kampung dan dan puyuh serta unggas lainnya seperti kalkun, angsa, dan ayam hias.

Pada kesempatan ini tim pengabdian melakukan kegiatan yang bertujuan untuk memperkenalkan hasil peneltian yang telah dilakukan oleh Prof. Wizna terhadap hasil temuannya dalam menciptakan Probiotik Waretha dengan harapan dapat diterapkan pada unggas yang ada pada peternakan ini. Penggunaan probiotik Waretha (Bacillus amyloliquefaciens) dapat peningkatan efisiensi penggunaan ransum dalam suatu usaha peternakan dan secara lansung menambah penghasilan. Probiotik Waretha adalah luaran dari beberapa hasil penelitian selama enam tahun dimulai dari ditemukan bakteri B. amyloliquefaciens sebagai isolat selulolitik, proteolitik dan fitalitik serta sebagai inokulum fermentasi. Selain memperbaiki kesehatan, Probiotik Waretha mampu meningkatkan efisiensi penggunaan ransum, dapat mengatasi litter basah dan berbau, menekan populasi bakteri pathogen diusus seperti E. Coli dan meningkatkan populasi bakteri baik yaitu Lactobacillus SP, meningkatkan persentase karkas dan menurunkan kadar kolesterol daging dan telur. Pemberian probiotik Waretha dapat diberikan melalui air minum ataupun dicampur dengan pakan.

Kegiatan ini diawali dengan sambutan oleh ketua tim dan dilanjutkan penyampaian materi oleh anggota tim, tutorial dalam penyusunan ransum dan diskusi. Setelah itu dilakukan pemberian bantuan pakan dan probiotik Waretha.

Selanjutnya Prof. Mirzah dan Prof. Maria juga menyampaikan beberapa temuan terbaru tentang pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di bidang Unggas diantaranya pemanfaatan limbah udang sebagai pakan ternak hasil temuan Prof. Mirzah dan penemuan MOL (mikoorganisme lokal) oleh Prof. Maria yang sampai saat ini masih sedang tahap penelitian.

Diakhir acara, tim pelaksana kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat melakukan sesi serah terima produk alih teknologi tepat guna yaitu Probiotik Waretha sebagai salah satu kegiatan Komersialisasi Produk Penelitian yang telah diterapkan oleh Universitas Andalas untuk setiap produk temuan hasil penelitian Dosen-dosen Universitas Andalas sehingga hasil temuan para dosen yang didapat pada Perguruan Tinggi dapat sampai dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

Harapannya setiap peternak dapat mengaplikasikan dengan baik hasil temuan Dosen Fakultas Peternakan Unand sehingga tidak ada lagi kendala dibidang nutrisi unggas yang dirasakan oleh peternak, khususnya di wilayah sekitar Kampus universitas Andalas, Kota Padang, maupun Sumatera Barat bahkan Nasional.

10 Desember 2018

Bicara soal madu, maka kata yang muncul di benak kita adalah: “lebah”, “kaya khasiat”, “sengat” dan “asli gak ya”?. Iya, madu merupakan produk utama dari lebah yang berasal dari nektar yang dihasilkan tanaman baik dari bunga, ataupun dari kuncup daun muda. Sebagian besar kita mamahami bahwa madu dihasilkan oleh lebah, baik lebah hutan ataupun lebah ternak, dimana keduanya ini merupakan lebah bersengat dengan nama latin Apis dorsata (lebah hutan), Apis cerana (lebah ternak lokal) dan Apis melifera (lebah ternak impor). Namun tidak banyak yang mengetahui, ternyata madu juga bisa dihasilkan oleh lebah tidak bersengat, di Sumatera Barat lebah ini disebut dengsn “Galo-galo”. Di Jawa, lebah ini dikenal dengan lebah “Klanceng” dan di Malaysia sudah sangat popular dengan sebutan “Kelulut”.

Gambar 1. Foto Kotak Budidaya Lebah Galo-galo Jenis Heterotrigona itama